Portal informasi independen · sumber publik dapat diperiksa
Rujukan utama: BPS Kota Denpasar
Lambang Kota DenpasarKOTA
DENPASAR
Dauh PuriDenpasar Barat · Kota Denpasar
Akar nama dan ruang

Cerita Wilayah Dauh Puri | Sejarah & Identitas Kelurahan

Nama yang berarti “barat puri” menjadi pintu untuk memahami posisi Dauh Puri dalam sejarah perkotaan Denpasar.

Portal resmi Kelurahan Dauh Puri menjelaskan bahwa nama “Dauh Puri” berasal dari dua kata dalam bahasa Bali: dauh berarti barat, sedangkan puri merujuk pada istana atau kediaman raja—dalam konteks ini Puri Raja Denpasar.

Suasana jalan di wilayah Dauh Puri saat kegiatan warga

Dari wilayah induk menjadi kelurahan definitif

Dalam catatan sejarah pemerintah kelurahan, Dauh Puri merupakan induk dari pemekaran Prebekel Dauh Puri menjadi lima wilayah: Dauh Puri Kaja, Dauh Puri Kangin, Dauh Puri Kelod, Dauh Puri Kauh, dan induknya menjadi Kelurahan Dauh Puri. Sumber pemerintah menyebut penetapan kelurahan definitif melalui keputusan Menteri Dalam Negeri pada 22 September 1980 serta pengukuhan pemekaran melalui keputusan gubernur pada 1982.

Kelurahan kecil di tengah kota

0,60 km²Luas Dauh Puri · BPS 2024
2,49%Bagian dari luas Denpasar Barat
2 kmJarak ke ibu kota kecamatan
1 kmJarak ke pusat Kota Denpasar

BPS Kota Denpasar menempatkan Dauh Puri sebagai wilayah seluas 0,60 km² pada 2024. Kedekatan ke pusat kota membentuk karakter perkotaan yang berbeda dari desa agraris atau kawasan pinggiran.

Administrasi wilayah

Publikasi BPS mencatat 9 dusun/lingkungan untuk Dauh Puri pada 2024. Portal resmi kelurahan juga menampilkan aktivitas yang tersebar di lingkungan seperti Pekambingan, Catur Panca, Pelita Sari, Wirasatya, dan wilayah lainnya. Karena daftar lingkungan dapat berubah atau berbeda menurut periode, portal ini tidak menyatukan semua nama menjadi statistik baru tanpa verifikasi dokumen terkini.

Data luas, jarak, dan jumlah dusun/lingkungan di halaman ini memakai tahun data 2024 dari “Kecamatan Denpasar Barat Dalam Angka 2025”.